Seorang ibu tergopoh menemui Kun. Beliau bercerita seputar keganjilan yang dialami putrinya. Perut putrinya membesar. Menurut para tetangga putrinya dihamili oleh genderuwo. Keluarganya sudah tidak kuat menanggung malu. Kun yang menerima laporan ini lekas bertindak.
"Tenang saja bu. Sekarang ibu pulang."
"Tolong nak Kun."
Selang beberapa menit setelah ibu itu pergi Kun beraksi. Kun memejamkan mata. Lalu menghentakkan kakinya tujuh kali ke tanah,
"Gen! Sini Gen! Buruan Gen!" ucap Kun.
Seketika makhluk besar seperti kera telanjang muncul di hadapan Kun. Mbok Sum keluar dari dapur. Melihat 'itu' Mbok Sum langsung terkapar.
"Aduh. Gen! Jangan bodoh-bodoh amat dong. Kreatif sedikit kek. Nyamar jadi manusia kenapa sih?"
"Sori Kun. Bentar." suara Genderuwo terdengar besar.
Cling!
"Kayak gini?" suara Genderuwo terdengar macho tapi melambai.
"Kamu anggota Smash bukan? Jangan over kayak gitu dong Gen! Sewajarnya aja kenapa sih!"
Cling!
"Kayak gini?" suara Genderuwo mengecil.
"Waduh! Malah Cerry belle. Woy! Biasanya woy!" Kun mulai kesal.
Cling!
"Nah gitu dong. Gak papa. Kayak pejabat gitu gak papa deh. Sama-sama suka popularitas."
"Ada apa sih Kun?" tanya si Gen.
"Gini Gen. Bener kamu sudah menghamili orang?"
"Waduh Kun. Gak mungkin lah Kun. Masa gak percaya sama saudara sendiri sih. Kamu dari pertapaan Batu Payung sedang aku dari regional Batu Jago. Lagian ya Kun, kita itu sukanya sama yang sejenis...."
"Kamu homoseks?"
"Bukan Kun. Genderuwo itu sukanya sama Genderuwo perempuan. Genderuwo laki namanya Genderuwan, kalau putri Genderuwati. Kami itu hanya kawin dengan spesies yang sama. Gak mungkin sama manusia. Kami itu makhluk kasar Kun. Kamu tahu itu kan? Makanan kami juga buah-buahan. Kami itu kera purba Kun. Lebih tepatnya Gandaruwo."
"Kera jadul gitu? Kera ketinggalan jaman?"
"Terserah lah. Yang jelas aku sudah ngomong apa adanya. Aku mau balik dulu ke regional Batu Jago. Ada blind date disana. Ikut?"
"Ih, najis! Blind date sama kera jadul."
"Sip. Pergi dulu Kun. Nanti kalau butuh apa-apa bilang aja. BBM yah!"
"Siap."
Kemudian Kun berangkat ke lokasi kejadian.
"The Ngi and The Lang! NGILANG!"
Wush!
"Wah Kun datang!!!" teriak salah satu Genderuwati.
"Waduh. Salah tempat lagi. The Ngi and The Lang! NGILANG!"
Kun sampai di depan rumah ibu-ibu tadi. Setelah dia masuk Kun menemukan si gadis sedang menangis.
"Syukurlah nak Kun datang. Ibu sudah cemas."
"Tenang bu. Anak ibu gak papa kok. Aku mau ngomong sama puteri ibu. Boleh?"
"Silahkan."
"Adek? Perutnya sakit?"
Si gadis menggelengkan kepala.
"Ibu sebelumnya saya minta maaf. Saya mau memanggil Genderuwo kesini. Boleh?"
"JANGANNN!!!" Sontak gadis itu berteriak ketakutan.
Kun melongo.
"Jangan! Jangan! Jangan panggil genderuwo kesini. Jangan! Jangan! Aku gak hamil! Ak gak hamil! Aku bohong! Aku bohong! Aku bohong!" gadis itu mengeluarkan bantal dari dalam bajunya.
Ibunya mengernyitkan dahi. Kun masih melongo. Kemudian Kun membisiki si Ibu.
"Bu, kalau anak ibu belum bisa masak yang enak, jangan dimarahin terus. Ibu gak usah takut kalau anak ibu gak laku karena gak bisa masak. Siapa tahu menurut ibu kurang enak, tapi menurut calon suaminya nanti, itu yang terenak."
Si ibu manggut-manggut.
"Sudah saya pamit." Kun keluar rumah pelan-pelan. Ibu itu segera memeluk anaknya.
"The Ngi and The Lang! NGILANG!"
"Hore Kun datang lagi!!!" teriak salah satu Genderuwati.
"Waduh. Salah lagi. Salah lagi."
Dan Kun terpaksa mengikuti acara bilnd date dengan kaum dari regional Batu Jago itu.
0 komentar:
Posting Komentar