Sabtu, 17 Desember 2011

Kun Si Dukun #Buka Praktek

Kemampuan Kun sudah mencapai target yang diharapkan sesuai silabus dari leluhurnya. Sekarang dia menjadi incaran beberapa manusia yang terlalu galau menghadapi hidup. Termasuk teman-teman kuliahnya.
"Kun, semalam aku mimpi dipatok ular. Kira-kira apa artinya Kun?" tanya Joni mahasiswa semester delapan, delapan belas.
"Itu mimpi wajib bagi para jomblo kayak kamu!"
"Kun semalam aku mimpi bertemu ustadz yang biasa ngisi pengajian di komplek ku. Dalam mimpi itu beliau memberi banyak petuah untuk ku. Kira-kira apa artinya Kun?" tanya Nana.
"Ustadz itu sudah menikah?"
"Belum Kun."
"Alhamdulillah."
"Kenapa Kun."
"Gak papa. Perutku mules."



...........


Tak ketinggalan pula orang-orang yang ingin mencalonkan diri menjadi pejabat atau anggota dewan, datang menemui Kun.
"Saudara Kun?"
"Iya. Saya sendiri."
"Siapa Kun?" tanya Fayya yang kaget dengan kedatangan dua orang kembar berperut buncit.
"Biasa. Bentar ya." Lalu Kun dan si kembar itu agak menjauh dari meja Fayya.
"Bagaimana saudara Kun, kira-kira bisa kita mendapat jatah satu kursi. Tolonglah diusahakan saudara Kun. Untuk syaratnya, kami bersedia melakukan apa saja." kata si kembar bersamaan.
"Maaf. Berulang kali saya katakan tidak bisa."
"Tapi tolonglah saudara Kun. Jika kami jadi nanti, kami akan menjamin hidup anda dan pasangan anda yang cantik itu."
"Maaf. Sekali lagi maaf."
"Kenapa saudara Kun? Kurang syaratnya?"
"Bukan. Bukan itu. Permintaan anda berdua aneh. Anda minta jatah satu kursi, sedangkan anda adalah kembar! Gendut pula! Mana mungkin muat SATU KURSI UNTUK BERDUA!!!"
Fayya cuek dengan headset di telinganya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar