Kamis, 07 Juni 2012

Kun Si Dukun #Sakit Menyaktikan

Kun dan Fayya masih sering mencuci piring di kantin Mbok Sum. Ini bukan lagi dalam rangka menjalani hukuman melainkan dilakukan atas dasar 'terlanjur cinta' pada aktivitas sederhana ini. Para penghuni kantin malah semakin menaruh hormat kepada mahasiswa yang disinyalir merangkap sebagai dukun ini.
"Kun ah!" Fayya gemes karena kena cipratan air.
"Hehehehe." Kun nyengir.
"Kunnnn....hhhhhh..." Fayya masih gemes. Kun masih nyengir.
"Kun! Udah deh ah!" Fayya mulai tak sabar. Kun belum mulai untuk berhenti nyengir.
"Kun! Dibilangin juga! Pukul head set nih!" Fayya mengancam.
"Gak takut Wek!" Kun malah menjulurkan lidahnya.

Byur! Fayya menyiram air sisa cucian. Kun basah.

"Kun, bukannya kamu mandinya pakai air kembang yah? Tumben ini air comberan? Jajal ilmu baru kamu?" tanya Mbok Sum. Kun mlengos. Punya pacar cantik tapi galak. Galaknya juga aneh. Mending dipukul headset daripada diguyur air comberan.

Sepuluh menit kemudian, hidung Kun tiba-tiba mampet. Kun sulit bernafas. Badan Kun menggigil. Suhu tubuh meningkat. Kun pingsan. Fayya cuek. Paling-paling Kun hanya pura-pura biar ditolong sama Fayya. Kun lunglai di dapur Mbok Sum. Dengan kondisi masih basah kuyup. Lama sekali Fayya dan Mbok Sum membiarkan seonggok daging itu terkulai. Lalu Fayya mulai menjadi panik tatkala Kun tak segera sadarkan diri.
"Kun! Kun! Kun sayang! Bangun!" 
"Kun bangun! Kun! Kun! KUNNN!!!!"
"Ssssttt. Berisik ah." Kun tersadar.
"Kun? Kamu kenapa?" tanya Fayya sembari membantu Kun berdiri.
"Gak tahu. Lemes aja nih badan."
"Periksa yah?" tanya Fayya.
"Periksa kemana?"
"Oh lupa, kamu dukun kan yah?"
"Bukan. Aku siluman serigala. Mbok Sum! Es teh!"
"Ha? Es teh?" Fayya heran.
"Udah. Gak usah heran gitu ah."
"Kenapa es teh Kun? Kamu kan lagi...."
"Udah. Ntar kamu juga tahu sendiri."

Mbok Sum muncul membawa segelas es teh manis, sepiring mendoan, dan handuk kotor untuk Kun.
"Nih bersihin dulu pakai ini biar gak kedinginan."
"Oh Mbok Sum. Engkau lah penjual makanan terkejam yang pernah ku kenal." Kun berdeklamasi. Mana handuknya mirip lap biasa.

Kun menerawang es teh di hadapannya.
"Fayya tolong kamu jangan duduk disini. Pindah di hadapanku saja."
"Kenapa Kun?" Fayya bertanya Kun tak menjawab. Lalu...
"Oalah! Bener kan! Ini masalah utamanya." Kun seperti menemukan sesuatu. Tiba-tiba saja bajunya ikut mengering.
"Ada apa Kun?"
"Pingsanku tadi."
"Emang kenapa?"
"Kemaren aku terlalu banyak download film sama lagu."
"Terus hubungannya apa sayang?"
"Kata kakek ku, imun dalam tubuh ini, termasuk energi bisa berkurang kalau aku melakukan sesuatu yang kurang pas."
"Gak ngerti deh sayang."
"Iya sih memang gak ada hubungannya." 
Plak! Headset mengujam.
"Aku terlalu banyak Ngilang kemaren. Terfosir kayaknya."
"Ngilang?"
"Iya. Semalam aku melakukan perpindahan-perpindahan ke berbagai tempat. Ternyata pas perpindahan ke 99 akan menuju ke 100 aku gagal. Tapi terus ku paksakan. Hasilnya ya seperti tadi mendadak pingsan."
"Kamu lagi ada tugas?"
"Iya dapet up date ilmu dari kakek. Katanya suruh nyoba berapa kali aku mampu melakukan perpindahan dalam semalam. Tapi aku senang kok. Karena ada satu ilmu perpindahan yang sampai sekarang aku gak bisa-bisa. Dari dulu bahkan. Dan aku berharap semoga memang gak pernah bisa."
"Pindah kemana sayang?"
"Pindah dari hatimu." Kun nyengir. Fayya menyublim.
Plak!
"Pukulanmu sayang, itu sakit yang menyaktikan." Kun masih nyengir.
Plak! Plak! Plak! Selama 99 kali.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar