Senin, 04 Juni 2012

Kun Si Dukun #Pangeran Tokek

Fayya membisikan 'sesuatu' ke telinga Kun. Bersifat privat dan tidak boleh diketahui penghuni kantin Mbok Sum.
"Apa?" Kun kurang jelas. Fayya mendekati telinga Kun lagi.
"Apaan sih?"
"Hhhhh...." Fayya mulai gerah.
"Perasaan kamu cuma niup telingaku aja. Ngomong apa sih?"
"HHHHH..." Fayya geregetan. Fayya mengulanginya lagi.
"Geli ah.." Kun ngikik.
"TOKEK!!!!" Fayya berteriak. Sudah pasti kantin mbok Sum ikut bergetar.
"GEMPA!!!!" Mbok Sum berlari keluar dari dapur lalu tiarap di tanah.
Kun segera membungkam mulut Fayya lalu menyeret, eh menggandeng Fayya pergi dari kantin Mbok Sum. Kun takut kalau kalau kantin Mbok Sum rubuh sebelum Shubuh.

"Ada apa sih?" Kun mencoba mencari penjelasan.
"Ada tokek sayang. Tokek!"
"Iya ngerti. Tokeknya kenapa? Ngajak kamu jadian?"
"Hhhhh. Bukan. Ngajak aku kawin!"
"Beneran? Jangan lupa undang aku yah."
Plak! Kepala Kun kena jitak oleh Fayya.
"Dengerin dulu kenapa sih!"
"Iya, putri cantik...." Kun nyengir. Fayya menyublim. Fayya menjitak Kun lagi. Pelan tapi.
"Kan selama kurang lebih dua bulan aku meninggalkan kamar kosku. Lalu semalam pas aku mau tidur, aku dikejutkan oleh suara tokek. Pertamanya sih biasa saja. Tapi lama kelamaan kok ada yang ganjil gitu sama tokeknya. Bunyinya gak kayak biasanya. Beneran deh. Terus iseng-iseng aku itung berapa kali bunyinya. Terus aku tulis di kertas. Tau gak hasilnya kayak apa?"
"Sandi sekte sesat?"
"Terlalu serius."
"Kode rahasia dari inteligen asing?"
"Terlalu hollywood banget."
"Nomer urut antrean e-ktp?"
"Hallooooo. Itu tokek sayang. Bukan pegawai kecamatan."
"Terus apaan?"
"Hasilnya ini nih. Pertama, dia bunyi 1x. Lalu jeda selama semenit. Lalu bunyi 1x lagi. Lalu jeda lagi semenit. Terus dia bunyi 2x."
"Anehnya dimana putri cantik?"
"Itu aneh Kun. Dia kayak lagi berhitung. Pertama 1x, kedua 1x, ketiga 2x. Itukan sama artinya dengan 1 + 1 = 2 Kun!"
"Oalah. Kamu di kampung dua bulan aku kira gak ada yang berubah. Ternyata kamu semakin matematis otaknya."
Plak! Kepala Kun kena jitak lagi.
"Iya iya, maaf putri cantik. Terus aku harus berbuat apa?"
"Pokoknya, kamu harus cari tahu siapa tokek itu sebenarnya. Kamu harus bisa ngobrol dengan si tokek. Perasaanku ada yang ganjil Kun."
"Baik. Nanti sore aku ke kos. Sekarang kan kamu harus kuliah? Eh denger-denger kamu udah jadi asisten dosen ya?"
"Hu'um. Kenapa emang?" Fayya tersenyum bangga.
"Kok gak tanya sama dosenmu aja perihal tokek itu?"
Plak! Headset Fayya mendarat manis di jidat Kun.

..........

Kun sudah berada di dalam kamar Fayya. Fayya menunggu di luar. Fayya asyik ngerumpi dengan penghuni kos yang lain. Kun mencoba khidmat di dalam. Fayya membuat paduan suara 'Hahahahaha' di luar alias ngakak bersama teman-temannya.

"Woy! Keluar gih. Daripada aku ekspor ke China lho. Buruan ah. Lama amat. Ku itung sampai tiga ya. Gak keluar rasakan sendiri akibatnya. Satu, du....wa, tiiii...."
"Iya. Ini aku Kun. Galak banget sih sekarang."
"Nah gitu kan enak ngobrolnya. Wuih! Pakai baju baru kamu? Woy! Kamu tokek apa anjing dalmatian belang-belang gitu?" Kun ngakak.
"Iya, ini jersey terbaru. Maklum mau Euro juga."
"Heh Pangeran Tokek, ngapain kamu nyasar kesini? Cari tempat yang keren kenapa? Masa pangeran ngumpet di deket lemari."
"Gini Kun, kerajaan Tokek D'Vocal baru aja kalah perang sama kerajaan Nyamuk D'Sedot. Kerajaan kami hampir semuanya luluh lantah oleh serbuan mereka. Kami dihajar habis-habisan. Terpaksa beberapa dari kami harus menyelamatkan diri. Kami panik Kun. Kami tercerai berai. Aku kesini mencari Putri Tokek Kun. Kekasihku."
"Ha? Kalah sama kerajaan nyamuk? Kok bisa?"
"Aku dapet info dari telik sandiku, katanya nyamuk-nyamuk itu semakin kuat. Mereka menghisap darah impor. Darah orang-orang dari negara yang katanya super power, atau man super, atau apalah namanya. Pokoknya itu darah orang-orang kuat Kun."
"Ini kenapa aneh gini yah? Terus kenapa kamu mencari Putri Tokek di kamar ini?"
"Gini Kun. Aku dapet info juga dari telik sandiku, bahwa penghuni kamar ini juga seorang Putri. Putri Cantik. Lengkapnya Tuan Putri Cantik."
"Oalah! Pasti telik sandimu si Keci kecoak idiot itu kan?"
"Iya Kun."
"Tuan Putri Cantik itu panggilan sayangku untuk Fayya. Dia calon istriku. Bodoh!"
"Whaaaaa????"
"Kamu juga bodoh! Jangan mudah percaya sama si Keci. Itu Kecoak asal mangap aja mulutnya."
"Maaf Kun, maaf. Tapi bener juga sih info si Keci."
"Apaan?"
"Penghuni kamar ini bener-bener cantik. Hehehehe...Tok Kek Tok Kek Tok Kek!!!"

Fayya yang mendengar suara tokek lantas berteriak dari luar, "Iya Kun, itu tokeknya. Bunuh aja! Buat sate aja! Lumayan ngirit buat makan malam!"

"Waduh. Cantik-cantik sadis juga Kun kekasihmu itu." kata Pangeran Tokek.
"Iya. Makanya jangan macam-macam sama dia. Aku aja takut sama dia. Pokoknya kamu jagain dia. Bersuaralah sewajarnya. Gak usah belajar berhitung 1 + 1 = 2. Jangan buat dia curiga. Yah? Aku mohon malam ini atau paling lambat besok pagi, kamu pergi dari kamar ini. Kamu bakal ketemu sama putri pujaanmu itu kok. Cari saja di kantin Mbok Sum. Tenang saja. Pasti ketemu."
"Iya Kun. Makasih bantuannya."
"Sama-sama Pangeran Tokek."
"Eh Kun. Beneran kamu takut sama Fayya. Kamu kan sakti. Siapa saja bisa dengan mudah kamu jadikan kekasih."
"Iya. Aku takut. Aku takut kehilangan kepercayaan Fayya yang sudah diberikan kepadaku selama ini. Asal kamu tau aja, cinta itu lebih sakti dari kesaktian-kesaktian itu sendiri. Dengan cinta, kamu akan secara alamiah menjadi sakti. Kamu akan memiliki ketajaman-ketajaman naluri. Termasuk naluri mencari dan melindungi apa yang sebelumnya kamu cari itu."

"Sudah?" Fayya membuka pintu kamar kos. Kun nyengir. Pangeran Tokek bersembunyi di balik lemari sembari berkemas pergi ke kantin Mbok Sum. Fayya ber-headset. Lagi.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar