"Perempuan yang bernama Nira itu sudah ku kirim ke demensi lain." Fayya membuka percakapan senja itu.
"Tapi," Fayya melanjutkan, "Aku masih penasaran, apa yang telah terjadi sebenarnya."
"Terus terang aku tidak pernah mengenal perempuan itu." sanggah Kun.
"Aku mau tanya, apa benar, setiap kemampuanmu meningkat, ada sebagian memorimu yang hilang?"
"Sebenarnya aku belum menelusuri sampai sejauh itu. Tapi memang Kakek pernah sedikit menyinggung hal itu dulu. Sudah lama sekali."
"Berarti ada kemungkinan Nira benar-benar mantanmu?" Fayya mencari kejelasan.
Kun terdiam.
"Benar Kun?"
"Mungkin." Kun tertunduk.
"Fayya, aku minta..."
"Bukan itu poin pembicaraan kita Kun."
"Lalu?"
"Aku khawatir selama ini memang memori yang ada di kepalamu terkikis sedikit demi sedikit tanpa kamu sadari. Aku khawatir kamu bisa hilang ingatan secara total. Aku takut kalau..."
"Kalau aku melupakanmu?"
"He'em."
Ada jeda lama di antara mereka. Makanan yang sudah disiapkan Fayya untuk santap malam, perlahan sudah hilang hangatnya. Seperti hangatnya hubungan mereka. Pelan tapi pasti, dingin itu menyusupi isi hati.
"Jadi, apa yang sebaiknya aku perbuat?" Kun bertanya.
"Mungkin, kita berpisah dulu saja."
Deg.
"Tapi.."
"Ini demi kebaikan kita Kun. Kalau kamu sering dekat dengan ku, otomatis banyak musuh yang mengincar keberadaanmu. Jika musuh datang itu artinya kamu harus menggunakan kekuatanmu. Ketika kekuatanmu keluar, resiko..."
"Amnesia ku cukup besar."
"Iya."
"Sulit Fayya. Sangat sulit jauh darimu."
"Tidak Kun. Yang kamu lakukan cukup bersandiwara di hadapan musuhmu. Anggap aku tidak pernah ada di kehidupanmu. Dengan begitu mereka tidak pernah tahu, tentang kelemahanmu. Kamu aman. Aku juga aman."
"Tidak adakah opsi lain?"
"Misalnya?"
"Kita tetap bersama. Kita hadapi bersama-sama. Kita selesaikan bersama-sama. Lagian belum pasti juga apakah memoriku selama ini memang terkikis. Bisa jadi itu hanya trik dari orang-orang yang membenciku. Karena ideologi mantan memang punya peluang besar untuk memecah belah."
"Benar juga kamu Kun. Jadi kita tidak usah berpisah ya?"
"Iya. Asal kita saling percaya. Saling menjaga kekuatan satu dengan yang lain. Kalau yang satu lupa, yang lain mengingatkan. Deal sayang?"
"Deal."
Fayya melepaskan cincin matahari. Kun mencegahnya. Kun memberi isyarat agar Fayya tetap memakainya. Untuk jaga-jaga, siapa tahu ada makhluk usil yang mengaku-ngaku sebagai mantan Kun. Kalau masih ada lagi, tinggal di..
BLUM!
0 komentar:
Posting Komentar