Kun duduk di ruang tamu. Fayya sudah tidur. Malam ini Kun ingin menyelesaikan tugasnya yang terbengkalai. Sesekali terdengar suara dengkuran Fayya. Cukup keras sebenarnya. Namun Kun merahasiakan hal ini. Setiap ditanya oleh Fayya, jawaban Kun selalu sama.
"Kamu bakat jadi penyanyi. Suaramu cukup merdu bahkan di saat kamu tertidur."
Padahal aslinya seperti suara mesin diesel.
Kebetulan karena laptop Kun lagi rusak dia meminjam laptop Fayya. Laptop yang sama yang dipakai Fayya ketika masih kuliah dulu. Kun menekan tombol power. Dia tersenyum melihat proses loading. Aneh. Kenapa harus ada loading. Batin Kun.
Ketika Kun mau mulai mengetik hatinya berdesir. Seperti ada aroma romansa masa lalu menyeruak. Masa-masa ketika menjadi penghuni tetap kantin Mbok Sum hingga saat dia harus berkali-kali menyelamatkan Fayya dari gangguan gelombang-gelombang jahat. Masa lalu punya caranya sendiri untuk menyeret kita bersama arus derasnya. Peristiwa demi peristiwa muncul di kepala Kun. Dasar dia dukun usil, Kun menggunakan kekuatannya untuk menampilkan peristiwa-peristiwa itu di dinding ruang tamu. Alhasil dia seolah sedang melihat film tentang masa lalunya.
Lucu, seru, sedih, tegang, dan yang jelas mengasyikkan. Rupanya tak semua orang seberuntung dia. Lahir dengan kemampuan yang sedemikian rupa. Ingin terbang cukup menghentakkan kaki saja. Ingin berpindah tempat dengan sekejap cukup dengan berucap. Kun bersyukur. Meski dia tahu, tanggung jawab yang diembannya semakin besar.
Rasa penasaran Kun muncul ketika melihat ada satu folder bertuliskan 'rahasia'. Rahasia? Apa yang dirahasiakan Fayya? Sejak kapan Fayya suka menyimpan rahasia? Kun semakin penasaran. Dibukalah folder itu. Klik. Dan muncul foto-foto Fayya bersama dengan cowok lain. Ada kurang lebih lima cowok berbeda. Meski tidak ada yang berpose mesra namun setidaknya foto-foto itu menjelaskan bahwa cowok-cowok itu ada hubungan dengan Fayya. Lho, bukannya Fayya bilang bahwa hanya Kun kekasihnya selama ini?
Kepala Kun panas. Jantungnya berdetak lebih kencang. Seperti dikejar DC karena hutang. Kun mencoba menenangkan diri tapi selalu gagal. Dia merasa dikhianati oleh perempuan yang kini menjadi istrinya itu. Semakin menatap foto-foto itu, semakin ia terbakar oleh cemburu. Kedua tangannya mulai mengeluarkan asap. Bunga-bunga api mulai bermunculan di kelopak mata Kun. Bahaya. Siaga satu. Karena tak ingin menyakiti siapapun, Kun akhirnya memutuskan untuk kembali ke masa lalu.
"Jika Fayya punya mantan, baiklah. Aku akan kembali ke masa lalu untuk menemui mantanku. Hiyaaaaatttt...."
Wuuuusaahhhhh...
Tubuh Kun melesat melewati dimensi waktu. Dan tibalah ia di masa itu. Masa ketika dia masih menjadi penghuni tetap kantin Mbok Sum.
Sedikit penjelasan. Jika di film-film jika ada tokoh kembali ke masa lalu, dia akan bertemu dengan dirinya yang lain ketika muda. Namun Kun tidak begitu. Ketika dia kembali ke masa lalu, tetap hanya ada satu Kun, yang masih muda. Paham?
Kun menemui Mbok Sum.
"Mbok Suuuummm...."
"Eh Kuuunn.... apa kabar? Kamu dari masa depan ya?"
"Lha? Kok Mbok Sum tahu?"
"Itu bajumu ada tulisannya. Baru saja dari tahun 2015."
"Sial. Ilmu macam apa ini. Nggak keren sama sekali. Nggak seru."
"Udahlah Kun. Mbok Sum pura-pura nggak tahu aja ya. Biar kamu kelihatan sakti. Mbok nggak bakal bilang-bilang kok. Ya? Nggak usah sedih."
"Apaan sih Mbok. Terserah Mbok Sum ah. Yang jelas kedatanganku ke sini mau menemui mantan-mantan ku. Es teh Mbok."
"Mantan?"
"Iya."
"Memang punya?"
Mendengar pertanyaan Mbok Sum Kun menjadi bingung. Clingak-clinguk. Mantan? Iya ya. Memang dia punya mantan?
"Heh! Ditanyain malah bengong?"
"Eh, iya Mbok."
"Emang kamu punya mantan? Makhluk astral dari mana?"
"Bentar Mbok aku cek dulu."
"Hadeh. Dari dulu kamu nggak berubah. Sakti tapi bodonya minta ampun. Kamu cek lagi sana. Mbok Sum mau nggoreng tahu dulu."
Lalu Kun mengulangi lagi. Kembali ke masa lalu berkali-kali. Sampai Mbok Sum bosen harus mengulang-ulang adegan menggoreng tahu. Hasilnya sama saja. Kun tidak menemukan mantannya. Setelah pengulangan yang ke-99 Kun akhirnya menyerah. Dia menemui Mbok Sum lagi. Adegannya sama. Mbok Sum tahu kalau Kun dari masa depan.
"Nihil Mbok. Nggak ada."
"Dibilangin juga. Kamu itu nggak pernah punya mantan. Yang mau sama makhluk aneh kayak kamu itu ya cuma Fayya. Kamu lagi ada masalah sama Fayya?"
"Mmmm..."
"He?""
"Iya mbok. Ada."
"Apa? Sini cerita sama Mbok. Siapa tau mbok bisa bantu."
"Es teh dulu Mbok."
"Heh dukun bego! Lihat belakangmu! Itu gara-gara kamu berulang kali kembali ke masa lalu dan mengulang adegan yang sama! Es teh 98 gelas itu siapa yang minum nanti!"
"Iya Mbok maap maap. Galaknya."
"Ayo cerita."
Lalu Kun menceritakan peristiwa penemuan folder rahasia milik Fayya itu.
"Kun, setiap orang punya masa lalu. Sekarang kamu tinggal milih. Mau tetap percaya kepada Fayya atau kamu pergi darinya." Mbok Sum bijak padahal nggak pernah bayar pajak.
"Aku.."
"Sekarang kamu kembali ke tahun 2015. Sekarang juga kamu kembali. Bicara yang baik sama istrimu. Atau kamu bisa menyimpan kejadian ini dan tidak usah menceritakannya kepada Fayya."
"Iya Mbok. Makasih Mbok. Aku pam..."
"Eitss... habiskan dulu es tehnya!"
"Astagaaaa..."
Dengan perut penuh es teh Kun kembali ke masa kini. Di ruang tamu. Menghadap laptop Fayya. Menimbang sesuatu. Dan...
"Sayang, kamu belum tidur?" Tanya Fayya yang baru saja keluar dari kamar.
"Belum."
"Nggak capek?"
"Nggak."
"Apa mau makan lagi?"
"Kenyang."
"Kamu kenapa sih yang?" Fayya paham kalau jawaban yang keluar dari mulut Kun singkat, itu tandanya dia sedang tidak enak hati.
Kun tak berkata apa-apa. Dia beranjak dari ruang tamu menuju kamar tidur. Fayya melihat laptop yang masih menyala. Fayya ingin mematikan laptop itu. Namun ketika dia mendapati folder 'rahasia' terpampang di layar, dia mulai paham apa yang telah terjadi dengan Kun. Fayya membuka folder itu berniat untuk menghapus semua file di dalamnya. Dan apa yang terjadi?
Fayya melihat semua foto cowok yang berpose bersamanya berubah menjadi foto Kun. Fayya tersenyum. Suaminya memang aneh. Kemudian Fayya menghampiri Kun di kamar.
"Kalau aku nggak punya mantan, kamu juga nggak boleh punya mantan."
"Iya sayang. Tapi aku kecewa."
"Kenapa?"
"Editan fotomu jelek."
"Hapus ajaaaaa......"
"Hahaha...."
"Setiap orang punya masa lalu. Memang tak bisa dirubah. Tapi masih bisa diedit. Sedikit. Orang cuma foto aja."
0 komentar:
Posting Komentar